Pages

This blog has been moved to www.m0njc.wordpress.com

Showing posts with label telanjang. Show all posts
Showing posts with label telanjang. Show all posts

Sunday, January 3, 2010

Naked without Shame - Theology of the Body series

Kali ini, kita akan berbicara tentang tubuh, body.
Pernahkah anda telanjang? Telanjang bulat maksud saya? Pasti pernah saat mandi, bukan? Dan, cobalah bercermin. Apa yang anda lihat? Anda melihat diri anda, secara fisik. Ada kepala, tangan, kaki, tubuh, anggota tubuh dan organ seks.

Is body that bad?
Waktu saya masih kecil, saya pernah berpikir, buat apa sih kita pake baju? Kenapa sejak awal, tak perlu ada yang namanya baju? Bisa hemat sumber daya alam tekstil juga kan? Saya memiliki beberapa keponakan yang masih kecil, usia TK. Setelah mandi ia segera berlarian keluar. Lalu saya bilang ke anak itu, “eh, pake baju dulu donk. Malu. Malu. Ntar masuk angin lho.” Malu. Kita memakai baju agar tidak malu. Malu akan apa? Malu biasanya kita rasakan bila ada sesuatu yang buruk dari kita, diketahui orang lain. Lalu kita memakai baju, agar tubuh kita ditutupi. Lalu, apakah tubuh kita itu sebegitu buruk atau sebegitu memalukannya sehingga harus ditutupi?

Awal mula penciptaan
Jika anda melihat gambar Adam dan Hawa, mereka pasti digambarkan telanjang. Namun, Adam dan Hawa yang telanjang itu, hidup bersama, telanjang bersama, dan mereka tidak merasa MALU. Saya ulangi, mereka TELANJANG tetapi tidak merasa MALU. Naked without shame. Terdengar aneh, bukan?
Telanjang tanpa malu inilah yang pada mulanya ada dan diciptakan Tuhan, sebelum dosa masuk dalam hidup manusia awal.

Telanjang
Ketelanjangan menjadi sesuatu yang laris manis zaman sekarang ini. Iklan dan barang dagang menggunakan model wanita seksi untuk menarik perhatian dan konsumen. Hal ini menunjukan bahwa ada kebingungan manusia mengenai tubuh mereka.

Pada awalnya, Adam melihat Hawa telanjang, Hawa tidak kabur. Saat itu, manusia belum berdosa. Segalanya masih kudus, murni. Termasuk Adam yang melihat pasangannya telanjang dengan pikiran, motivasi, hasrat seksual yang murni, pure. Oleh sebab itu, tidak ada kebingungan dalam diri Adam untuk membedakan antara ‘love’ dan ‘lust’.
Adam tidak merasa canggung atau malu melihat tubuh pasangannya. Dan begitu pula Hawa melihat Adam. Mereka tidak menutupi tubuhnya karena mereka saling memandang sebagai ‘subjek’, seperti yang dikatakan di chapter sebelumnya.

Rasa malu merupakan perasaan yang muncul untuk melindungi diri. Manusia telanjang bila dilihat orang, akan malu. Karena mereka takut martabatnya dimanipulasi atau dimanfaatkan oleh orang lain. Paus mengatakan bahwa rasa malu merupakan proteksi diri dari ancaman orang lain atau self-defense.

Dan Adam dan Hawa tidak takut dijadikan objek satu sama lain, karena bagi mereka, ketelanjangan adalah panggilan untuk saling memberi. Cinta diantara Adam dan Hawa adalah cinta yang murni. Paus Yohanes Paulus 2 mendefinisikannya sebagai: original nakedness.


Original nakedness
Original nakedness atau ketelanjangan asali, merupakan panggilan dasar manusia. Paus Yohanes Paulus 2 menunjukan kepada kita bahwa ketelanjangan asali merupakan kunci utama untuk mamahami secara penuh dan komplit rencana awal Allah bagi kehidupan manusia. Ketelanjangan asali ini tidak memalukan. Mengapa? Karena mereka tidak memanipulasi martabat pasangannya.

Telanjang tanpa malu ini tidak ada kaitannya dengan anak kecil yang tidak malu kalau telanjang. Dengan kata lain, original nakedness ini, tidak berada dibawah kontrol psikologis manusia. Dan menjadi sulit bagi manusia sekarang untuk memahami makna sebenarnya tentang ketelajangan ini, karena setan telah memutarbalikkan fakta mengenai tubuh manusia.

Dosa telah membuat manusia kehilangan kemampuan untuk memahami ketelanjangannya. Ketelanjangan dianggap sebagai sesuatu yang buruk sehingga harus ditutupi. Dan tubuh manusia pun diartikan sebagai sesuatu yang buruk. Sesuatu yang bisa memancing hasrat seksual, sesuatu yang menimbulkan dosa.

The meaning of your BODY
Lalu, jika tubuh sebegitu sering digunakan setan untuk membuat kita jatuh dalam dosa, buat apa Tuhan ciptakan tubuh kita? Apa gunanya, kalau hanya bisa jadi penjatuh ke dalam dosa? Apa makna tubuh kita? Apa makna tubuhmu? What’s the meaning of your body?
Apa yang bisa anda lakukan dengan tubuh anda? Berolahraga, bekerja, bermain, bertemu orang-orang lain, dll. Saya tidak bisa membayangkan diri saya bila tanpa tubuh, saya hanya berupa roh yang melayang-layang, seperti Casper mungkin? Atau lebih buruknya tanpa wujud, tanpa rupa. Saya rasa semua orang atau semua roh akan nampak sama saja bukan?

Lalu apa gunanya Tuhan memberi kita tubuh? Tubuh kita bisa kita gerakkan sesuka kita. Bila kita sedih, kita bisa mengekspresikannya dengan berwajah muram. Bila kita senang kita bisa loncat-loncat, teriak-teriak gembira, berwajah ceria. Kita mengekspresikan diri kita lewat tubuh. Begitu pula dengan panggilan hidup setiap dari kita (yang sudah dibahas di chapter 1, created for love). Kita dipanggil untuk mencintai. Maka, Tuhan menciptakan tubuh kita menjadi sarana kita dapat saling mencintai dan mengasihi. Tidak hanya mengasihi sesama dengan keberadaan kita disampingnya saat teman kita sedih. Tetapi juga bisa menjadi sarana memuliakan Allah. Kadang saya ke gereja tidak membawa apa-apa. Hanya bawa badan. Ya, dengan badan inilah kita bisa hadir di gereja, kita bisa bernyanyi memuji Tuhan, bergerak, menari untuk Tuhan, melayani Tuhan, semua dilakukan dengan TUBUH kita. Spiritualitas Kristiani dilaksanakan lewat tubuh.


JESUS
Alkitab berkata: Allah adalah Roh. Jika demikian saja, rasanya akan sulit bagi kita untuk memikirkan Allah, apalagi memahami Allah. Dan bila kita berpikir tentang pribadi Allah dalam diri Tuhan Yesus, maka kita bisa sedikit membayangkan tubuh manusia laki-laki yang berjanggut, memakai jubah, dsb. Katekismus berkata: dalam “Badan Yesus” kita melihat, Allah kita dibuat kelihatan, sehingga kita ditangkap dalam kasih Allah yang tidak dapat kita lihat. Kristus menjadi kunci jawaban atas tubuh yang Allah ciptakan.


Male and Female
Lebih dalam lagi, seperti yang dikatakan pada chapter sebelumnya, tentang seks yang memaknai diri kita, Tuhan menciptakan kita pria dan wanita. Laki-laki dan perempuan. Saya juga pernah bertanya dalam hati: kok saya lahir sebagai cewek ya? Kenapa ga cowok aja, Tuhan?

Dosen saya pernah bertanya, apakah perempuan itu? Jawabannya, perempuan adalah seseorang yang berpotensi sebagai istri dan seorang ibu. Ya, karena dalam tubuh wanita, terdapat sel telur yang mampu menghasilkan kehidupan baru. Kehidupan manusia baru yang begitu menakjubkan dan sungguh merupakan karya Allah sendiri.

Maka sebenarnya, secara tidak langsung, fungsi segala organ tubuh wanita mengarahkan wanita untuk dapat melahirkan anak dan mengurus anak. Dengan buah dadanya, ia menyusui. Dengan kelemah lembutannya, ia memberi cinta pada keluarganya.

Sedangkan pada pria, pria dapat menghasilkan sperma yang memberi kehidupan. Dosen berkata, pria adalah seseorang yang berpotensi sebagai suami dan seorang ayah. Dan fungsi segala organ tubuhnya, mengarahkannya menjadi seorang ayah yang memberi proteksi, perlindungan dan rasa nyaman bagi keluarganya.

Dan seksualitas kita, laki-laki dan perempuan, tidak berhenti sampai sini saja. Ini merupakan gambaran dari hubungan Allah dan umatNya, GerejaNya. Mengapa sering dikatakan: Allah adalah mempelai pria dan Gereja mempelai wanita? Hal ini tidak dikatakan begitu saja, tetapi memiliki makna yang lebih dalam. Dan makna ini hanya dapat ditemukan pada diri kita, pada seksualitas kita.

Allah sebagai mempelai pria maksudnya Ia yang menjadi sumber atau PEMBERI kehidupan seperti pria yang memberikan sperma. Dan Gereja menerima KEHIDUPAN, berkat, cinta yang Allah berikan, layaknya wanita yang menerima sperma saat pembuahan.
Maka tak akan pernah seorang wanita hamil, tanpa ada pria yang memberikan sperma, kehidupan baru tak akan muncul. Begitu pula Gereja yang sangat butuh, bergantung dan hanya berharap pada Allah, Sang Pemberi, Sumber segala sesuatu.

Luar biasa bukan, makna tubuhmu! Kita lahir sebagai laki-laki atau perempuan, bukanlah suatu yang kebetulan atau Tuhan bentuk secara random. Tetapi memiliki makna mendalam dibalik itu.



Maka, sekarang rasanya Paus menjawab pertanyaan saya, mengapa manusia harus memakai baju? Ia menjawab: karena tubuhmu terlalu berharga sehingga harus ditutupi. Seperi mobil tetanggamu yang ditutup atau dimasukkan ke garasi, terlalu berharga bila diletakkan di luar rumah, nanti dicuri atau dibaret orang.




Sumber: Jason Evert, Theology of the Body for teens chapter 3; bahan pengajaran Camping Rohani dari Fr. Albert, CSE :D

Tuesday, September 22, 2009

Avoiding the Fall!!!

Again, this is the TOB for teens assignment. This assignment is:

Write a ‘back to the future’ story. Imagine that you and another person are actually Adam and Eve and living in the Garden of Eden. Then imagine that you know all the information that you know today about the temptation of the devil (the snake), the Fall, and the baggage that comes with original sin. Here’s the catch: You have this knowledge but your spouse doesn’t. and there’s only one week before the Fall takes place. You have a job to do: Avoid the Fall! Write a creative, pure, and humorous message to your spouse in the Garden that pledges your love and simultaneously attempts to avoid the upcoming “FALL.”

Sound great, right? Seru yah! Let’s do this!

Dear Adam (hihi),

Hi, the sexiest man alive in this world (yeah, you’re the only man lived, lol). I’m very happy with the life we’re now going through. I love the beauty of life and this nature we live in that God’s created for us. And I also love the creatures God has made, especially you (weks… haha…). I really enjoy every moment we shared together in the pure love which God put in us.

But you know what, darling. I heard that this pure love and happiness will end next week! I heard them saying: the Fall, the Fall. I don’t know what it is but they said that this will end our happiness. I heard that, after the Fall, there’ll be no pure love and we’ll feel shame. I don’t know what it’s like. They said that we’re living a ‘naked without shame’ life now. And after the Fall, we’ll feel ashamed if we’re naked.

Then I asked more, why we’ll feel ashamed. They replied me that, it’s because the Fall will affect us the weakness of lust. Then, we’ll seeing each other as object of our lust. Lust is the opposite of love. After the Fall, it’ll be hard for us to distinguish love and lust. Well, they also said that it must be very strange for us to understand it now, since we’re looking each other as subject not as object for our self.

And after the Fall, the meaning of sex with change! Sex will not be a true love anymore; sex will not be an original unity anymore. They will have sex to express their lust, but God said that sex is to express the FTFF love (FTFF: Free, Total, Faithful, Fruitful). Sex loses its sacredness and mystery. Sex will be a recreational activity instead of wonderful gift to be cherished.

Oh, sweetheart, I’m afraid to hear that! I don’t want our pure love and original happiness ended. I don’t want our perfect love changed with lie. We need to trust God more. Because I heard that the Fall was caused by our lack of trust in God. It’s because we (you: Adam and I: Eve), choose to serve our own wills than to God’s will. And this is called original sin which will last forever, generation to generation.

The Fall next week, we’ll be started by the snake! You know what, I’ve smelt that the snake was evil. Yesterday, I accidentally heard the snake’s plan. He plans to give me the fruit from the forbidden tree! Which after eating the fruit, we will be sinned against God. But at first he will offer me and told me that God said that we can eat all the fruit in this Garden. Hm… it’s wrong, right? Before we eat the fruit, he’ll convince me that if God had things His way, we would live miserably, but actually it’s vice versa!

Adam, we have to avoid the Fall! Let’s make a plan. Next week, before the D-day, let’s put some pure love poison in the forbidden tree. You know what, devil hates love, more over pure love, haha. I will make a pure love poison which will make the snake fall in love. And your job, Adam, is to find a female snake. So, after closing the tree, the evil snake will become in love and after meeting the female snake, he will fall in love to the female snake, then they’ll live happily under pure love also… hahaha… isn’t it a great plan??? So, the Satan will never turn human race to sin since the forbidden tree is poisoned with pure love also. And I will water the forbidden tree with pure love water, so, anyone who even gets close to the tree will feel love and trust God 100%, so, the Fall will never happen!

Reply my email ASAP. Let me know what you’re thinking about this too, hon.

With full and pure love,

Eve